Tips Memberi Pakan Kangkung untuk Kelinci
Hai sobat penghobi kelinci...
Tak dipungkiri lagi, kangkung adalah makanan favorit/ kesukaan kelinci seperti halnya wortel. Tak jarang, seekor kelinci segera menyantap dengan lahap meski sebelumnya belum pernah makan sayuran ini ( semisal hanya diberikan pelet dan sejenis rumput ).
Sebagai tanaman sayuran yang juga banyak dikonsumsi manusia, yang kaya dengan nutrisi tubuh dan khasiat pengobatan ( herbal ).
Kangkung masih menjadi kontroversi akan efek negatifnya baik pada manusia atau hewan khususnya kelinci.
Amerika mengenal kangkung sebagai Chinese water spinach. Departemen Pertanian AS memilih melabeli kangkung sebagai gulma berbahaya daripada sayuran bernilai gizi tinggi.
Sebagai tanaman yang mudah beradaptasi dan penyebarannya relatif cepat, kangkung berkembang di lahan basah Texas, Florida, dan bahkan California. Di negara itu, sayuran dengan batang berongga ini lebih sering digunakan sebagai makanan kelinci.
Hal sebaliknya terjadi di China. Di negeri ini, tanaman bernama ilmiah Aaquatica ipomoea itu digunakan sebagai ramuan ajaib untuk berbagai penyakit, mulai dari diabetes hingga wasir dan insomnia karena sifat farmakologinya.
Efek farmakologis tanaman bernama Cina weng cai, ini sebagai antiracun (antitoksik), antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghentikan perdarahan (hemostatik), sedatif (obat tidur). Kangkung juga bersifat menyejukkan dan menenangkan.
Selain vitamin A, B1, dan C, juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, hentriakontan, sitosterol.
Beragam informasi, mungkin kalian dapat, bahwa ;
• Kangkung penyebab kelinci mencret..?
• Kangkung penyebab kelinci kembung ...?
dsb.
Itu kerap terjadi pada kelinci yang dipelihara dalam kandang atau dalam keadaan terisolasi.
Sehingga makanan terbatas, kondisi kelinci tidak normal, perut terkadang memaksa kelinci memakan apapun. Si manusialah yang menjadi pengendali dan faktor kelinci mencret. Dengan kata lain, faktor penyebabnya adalah kelalaian manusia.
Di alam liar kelinci memiki insting sendiri dalam memilih makanan. Dikandang sayapun, jika saya sodorkan kangkung segar, kelinci cuma makan daunnya saja, karena jadwal makan teratur dan saya kondisikan seperti di alam, maka insting/ naluri si kelinci memilih makanan tetap berfungsi.
Berikut beberapa tips pemberian kangkung sebagai pakan kelinci ;
a. Hindari kangkung yang tumbuh di dekat tempat kotor/ sampah.
lalat dan rawan dengan bakteri yang berbahaya pada pencernaan.
b. Perhatikan jadwal penggunaan inseksida petani atau obat-obatan kimia ketika mencari kangkung di lahan pertanian/ sawah.
Pada saat awal/ persiapan tanam, biasanya petani menggunakan obat kimia pembunuh gulma/ rumput.
Saat perawatan tanaman, petani menggunakan racun kimia pembunuh serangga.
Zat kimia pertanian ini tentu mengganggu proses pencernaan, bahkan bisa juga membunuh bakteri yang menguntungkan dalam usus kelinci.
c. Perhatikan keadaan kangkung.
Di waktu tertentu, daun kangkung diserang sejenis kepik dan serangga sejenisnya yang berbahaya jika masuk perut si kelinci.
d. Lebih aman, setelah kangkung kalian peroleh, semprot/ guyur dengan air mengalir, lalu angin - angin kan hingga layu. Bisa kalian tambahkan sedikit garam.
Garam meminimalisir mikroba jahat dan juga dibutuhkan tubuh kelinci.
e. Bagaimanapun, kangkung yang tumbuh di alam liar lebih baik kandungan kimia dan farmakologinya daripada kangkung hidroponik yang dijual di pasaran atau kangkung yg tidak ditanam di media tanah langsung ( bumi ), semisal di polibag/ pot.
f. Pisahkan kangkung yang busuk, daun lembek dan coklat.
Kangkung yang demikian sudah terkandung bakteri pengurai yang melakukan proses penguraian/ fermentasi yang menghasilkan gas. Bisa mengakibatkan kembung pada kelinci.
Note : Tulisan dari berbagai sumber dan pengalaman sendiri.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat.